Posts

Showing posts from December, 2017

Pesona Lembongan yang Eksotis

Pagi itu kawasan pantai Sanur terlihat masih cukup ramai. Parkir mobil dan motor terlihat penuh dan membuat pengunjung harus masuk perlahan melalui Jl. Hang Tuah untuk menemukan tempat parkir yang masih tersisa. Warung Mak Beng yang terletak diujung jalan pantai Sanur juga terlihat penuh pengunjung. Warung makan yang hanya menyajikan menu tunggal sup ikan laut ini memang populer dikalangan pelancong domestik. Beberapa kolega dari luar Bali jika berkunjung selalu minta ditemani makan di warung Mak Beng ini atau setidaknya memasukkan dalam agenda kuliner selama berlibur di Bali. Namun pagi ini kami ke pantai Sanur bukan hendak sarapan d warung Mak Beng, melainkan akan menyeberang ke Nusa Lembongan menggunakan fast-boat yang tersedia dari pantai Sanur. Ini merupakan kunjungan kami yang kedua setelah kunjungan sebelumnya kami menikmati petualangan ber-sepedamotor keliling pulau Nusa Lembongan beberapa bulan sebelumnya. Kunjungan pertama tersebut cukup menyenangkan sehingga ketika memilih...

SLINTRU BIRU

Istilah slintru tiba tiba mengingatkanku dengan slintru biru yang ada dirumah orang tua ketika aku kecil dulu. Istilah ini sepertinya sudah jarang terdengar kecuali ditempat asalnya, kota kelahiranku Yogyakarta. Slintru tidak lain adalah pembatas ruangan yang portable, sering disebut juga sebagai sketsel yang sepertinya bukan asli istilah jawa. Di wilayah jawa yang lain slintru disebut juga sebagai gebyok. Sebagai pembatas ruangan yang portabel slintru berbeda dengan pembatas ruangan permanen seperti tembok kamar. Sifat portable dari slintru ini memungkinkan untuk digeser, ditekuk-lipat-pendek, atau disingkirkan sementara waktu ketika kita memerlukan ruang yang lebih luas. Dirumah masa kecilku, slintru dipasang untuk menyekat ruang dalam (ruang keluarga dan kamar tidur) dengan ruang tamu yang dulu kami sebut dengan istilah "ngajengan". Slintru kami terbuat dari kayu yang diukir dan dicat warna warni dengan bagian tengah terbuat dari kain biru. Oleh karenanya kami menyebut...

LAYAR KEHIDUPAN

Berlayar diombak ganas.... Mengarungi lautan lepas tanpa batas.. Raga dan jiwa senantiasa siaga Terbanting pundak dan tangan karena kemudi oleng... Terantuk kepala pada kimbul karena ombak tinggi menerjang haluan.... Seringai perih karena letih Inikah bagian tak-tersingkirkan dari persabungan asa... Tatkala laut tenang dan ombak berkecipak menghantam lunas kapal... Desau angin buritan bersiul ditelinga... Saat itulah aku menerawang jauh dan bertanya sampai kapan perjalanan bersama ombak akan berakhir..... Denpasar 71217@2035

WAKTU

Apa yang engkau ketahui tentang waktu Bukankah kau tak bisa kembali semenitpun kebelakang Atau maju kedepan Bukankah kau hanya bisa menggelinding bersama lajunya waktu Pasrah Tetap mengalirlah bersamanya Supaya kamu tak tergilas karenanya Berserahlah pada sang Empunya waktu Supaya engkau bisa menghayati keberadaannya Dalam aliran waktu.. Denpasar 81217@2323